Ditjen LIP Kementan Berkoordinasi dengan BRMP Bali Bahas Permasalahan Irigasi Pertanian untuk LTT
Sehubungan dengan percepatan kegiatan lingkup irigasi pertanian di Bali. Tim dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) berkoordinasi dengan Balai Besar Modernisasi Pertanian Bali (BRMP Bali) membahas verifikasi usulan CPCL Banpem oleh daerah.
Pada kesempatan tersebut Kepala BRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., memaparkan kondisi jaringan irigasi di beberapa lokasi di Bali yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Karena akan berpengaruh besar terhadap capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Bali. "Kerusakan irigasi membuat penanaman padi di beberapa subak terhambat. Bahkan jika dibiarkan terlalu lama lahan sawah yang dulunya ditanami padi akan beralih komoditas atau bahkan bisa beralih fungsi" ujarnya.
Kepala BRMP Bali juga menyatakan siap mendampingi tim dari Ditjen LIP jika ingin melakukan verifikasi ke lapangan dengan melihat langsung kondisi jaringan irigasi sehingga hasil verifikasi usulan CPCL Banpem lingkup irigasi pertanian menjadi lebih valid dan akurat.
Sementara itu khusus untuk irigasi perpompaan Kepala BRMP Bali juga memberikan gambaran bahwa selama ini irigasi perpompaan di Bali yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai tenaga penggerak dirasa petani kurang efisien. "Beberapa petani di Jembrana telah mengonversi mesin pompanya menggunakan tenaga listrik. Karena listrik dirasa lebih murah dari segi biaya oprasionalnya dibandingkan dengan BBM. Kami berharap ke depan bantuan pemerintah yang berupa pompa air adalah pompa yang bertenaga listrik" ungkapnya.